Kau..
ya, kau Mahadewi...
semoga bersua dgn Firdaus,
salam rinduku padanya,
kuharap berhentilah memaki...
karena kita akan bertemu disana...
lihatlah matahari,
dibalik bening mata air, tak pernah ada air mata
ombak di laut itu hancurkan kesunyian
mengibaskan angin menyapu debu
mengiringi pekat malam, menyambut fajar pagi,
sampaikan saja salamku,
salam hangat di pagi hari
untuk sebuah kenangan di tepi pantai itu...
juga tuk permata, yg tak sempat kuraih.
saat ini,
banyak bintang yg bertebaran di langit,
tp cuma satu yg paling terang,
ya,.
itulah dirimu,
Mahadewiku...
Sabtu, 10 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar