Jumat, 26 Desember 2008
Cinta Itu Tak Terlihat
menang,
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan,
Kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan
kehidupan yang telah kau buat
TEMAN SEJATI… mengerti ketika kamu
berkata ‘aku lupa….’
menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘tunggu sebentar’
tetap tinggal ketika kamu berkata ‘tinggalkan aku sendiri’
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
berkata ‘bolehkah saya masuk?’
MENCINTAI…..
Bukanlah bagaimana kamu melupakan,
Melainkan bagaimana kamu memaafkan
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti
Bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasakan
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan,
melainkan bagaimana kamu bertahan
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati
dibandingkan menangis tersedu-sedu
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air
mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang
tidak akan pernah hilang….
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG
menang…..
tapi ketika cinta itu TULUS,
meskipun kalah, kita tetap MENANG
hanya karena kamu berbahagia……..
dapat mencintai seseorang……
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri…..
Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti
mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang
itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya
Kadang kala, orang yang kamu cintai
adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala, teman yang menangis
bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari…
Senin, 22 Desember 2008
Panorama Garut Selatan yang Hilang
~Ini FAKTA bukan RETORIKA~
Wilayah Bungbulang tempo dulu adalah sebuah kawasan di Garut selatan yang asri, berhutan lebat dan dikenal memiliki bentuk topografi yang berbukit. Anak-anak sungai (susukan) selalu mengalirkan air yang jernih dan biasa digunakan untuk memancing ikan, tempat anak-anak bermain serta mampu mengairi ribuan hektar lahan sawah di daerah hilir.
Bukit-bukit yang memanjang dari gunung halimun, gunung jampang hingga perbatasan Cisewu adalah hutan lindung yang merupakan penyangga kehidupan di sekitarnya, di
Namun sayang semua itu tinggal cerita, yang biasa dipakai orang tua untuk mengantar tidur anaknya, karena kondisi saat ini sangat berbeda dari cerita di atas tadi. Bukit-bukit yang lebat kini tinggal tanah gersang, anak sungai kering kerontang, lahan subur berubah menjadi tempat
Mereka akan musnah karena tempat tinggalnya kini tidak mendukung, tidak ada lagi keseimbangan ekosistem, tidak ada lagi yang dapat mereka makan, tentu mereka telah terancam. Sadarkah orang-orang yang ada disekitar mereka bahwa suatu saat alam akan murka? Bahkan belakangan ini diwaktu kemarau tiba semua orang kerepotan mendapatkan air, beruntung masih ada beberapa titik mata air yang mau berbaik hati mengeluarkan airnya . Lalu bagaimana apabila daerah penyangga di atas titik-titik mata air itu juga mulai rusak?
Sadarkah orang-orang sekitar kawasan itu bahwa bentuk topografi yang ada disana sangatlah rawan bencana longsor, lalu bagaimana saat turun musim penghujan lereng-lereng akan menahan beban tanah yang berlipat-lipat dan curam? Yang seharusnya dicengkram oleh akar-akar pepohonan dibalik hutan yang dulu tumbuh subur. Semuanya kini tinggal wait and see semoga penduduk disekitar kawasan itu menyadari bahwa mereka semestinya siaga setap waktu atau segera menghindari kemungkinan yang lebih buruk. Karena mereka sama sekali tidak ada upaya atau kepedulian untuk membuat suatu solving dari persoalan yang ada saat ini.
Seandainya, program2 yang disusun oleh instansi terkait dapat diimplementasikan dengan tepat, mungkin sedikit akan mampu memperbaiki kondisi yang ada saat ini. Tetapi fakta berbicara, kondisi saat ini jauh dari keadaan pulih, yang ada malah sebaliknya semakin hari semakin parah.
Sadarlah wahai saudara-saudaraku, bahwa pengrusakan hutan itu bukanlah kasus kriminalitas semata, tetapi itu adalah kasus kebodohan.
Hari ibu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa2 baluri sekujur tubuhku
Dengan apa ku membalas.... ..
Ibu......... ...
~Iwan Fals~
Bila Ibu Boleh Memilih
Anakku...
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu !!
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan
kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak
karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak
nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku...
Bila ibu boleh memilih untuk ibu berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu !!
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit
kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu
pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke
luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita
berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa
sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau
harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,! !
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat
berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu
dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak
bisa rasakan
Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang
rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle
kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan
kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...