Senin, 22 Desember 2008

Panorama Garut Selatan yang Hilang

~Ini FAKTA bukan RETORIKA~

Wilayah Bungbulang tempo dulu adalah sebuah kawasan di Garut selatan yang asri, berhutan lebat dan dikenal memiliki bentuk topografi yang berbukit. Anak-anak sungai (susukan) selalu mengalirkan air yang jernih dan biasa digunakan untuk memancing ikan, tempat anak-anak bermain serta mampu mengairi ribuan hektar lahan sawah di daerah hilir.

Bukit-bukit yang memanjang dari gunung halimun, gunung jampang hingga perbatasan Cisewu adalah hutan lindung yang merupakan penyangga kehidupan di sekitarnya, di sana tumbuh kayu-kayu semacam Rasamala, Baros, Saninten, Puspa dan jenis lain yang merupakan jenis kayu endemik Jawa Barat.Bukit-bukit itu juga merupakan habitat berbagai jenis satwa.

Namun sayang semua itu tinggal cerita, yang biasa dipakai orang tua untuk mengantar tidur anaknya, karena kondisi saat ini sangat berbeda dari cerita di atas tadi. Bukit-bukit yang lebat kini tinggal tanah gersang, anak sungai kering kerontang, lahan subur berubah menjadi tempat padang alang-alang. Lalu dimana Burung Anis yang terkenal itu akan tinggal? Lutung? Owa? Juga satwa lain? Akan punahkah mereka? JELASSSS.........!!!!

Mereka akan musnah karena tempat tinggalnya kini tidak mendukung, tidak ada lagi keseimbangan ekosistem, tidak ada lagi yang dapat mereka makan, tentu mereka telah terancam. Sadarkah orang-orang yang ada disekitar mereka bahwa suatu saat alam akan murka? Bahkan belakangan ini diwaktu kemarau tiba semua orang kerepotan mendapatkan air, beruntung masih ada beberapa titik mata air yang mau berbaik hati mengeluarkan airnya . Lalu bagaimana apabila daerah penyangga di atas titik-titik mata air itu juga mulai rusak?

Sadarkah orang-orang sekitar kawasan itu bahwa bentuk topografi yang ada disana sangatlah rawan bencana longsor, lalu bagaimana saat turun musim penghujan lereng-lereng akan menahan beban tanah yang berlipat-lipat dan curam? Yang seharusnya dicengkram oleh akar-akar pepohonan dibalik hutan yang dulu tumbuh subur. Semuanya kini tinggal wait and see semoga penduduk disekitar kawasan itu menyadari bahwa mereka semestinya siaga setap waktu atau segera menghindari kemungkinan yang lebih buruk. Karena mereka sama sekali tidak ada upaya atau kepedulian untuk membuat suatu solving dari persoalan yang ada saat ini.

Seandainya, program2 yang disusun oleh instansi terkait dapat diimplementasikan dengan tepat, mungkin sedikit akan mampu memperbaiki kondisi yang ada saat ini. Tetapi fakta berbicara, kondisi saat ini jauh dari keadaan pulih, yang ada malah sebaliknya semakin hari semakin parah.

Sadarlah wahai saudara-saudaraku, bahwa pengrusakan hutan itu bukanlah kasus kriminalitas semata, tetapi itu adalah kasus kebodohan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar